Menggunakan domain sendiri dapat membuat alamat blog terlihat lebih profesional dibandingkan menggunakan alamat bawaan blogspot.com. Selain lebih mudah diingat, custom domain juga dapat membantu membangun identitas blog atau bisnis secara lebih konsisten.
Blogger mendukung penggunaan domain khusus atau custom domain. Proses pemasangannya dilakukan dengan menghubungkan domain yang Anda beli ke Blogger melalui pengaturan DNS pada penyedia domain.
Dalam panduan ini, Anda akan mempelajari cara setting domain di Blogger, mulai dari persiapan, memasukkan domain di Blogger, mengatur CNAME dan A record, hingga mengaktifkan pengalihan domain dan HTTPS.
Persiapan Sebelum Setting Domain di Blogger
Sebelum menghubungkan domain ke Blogger, siapkan beberapa hal berikut agar proses konfigurasi berjalan lebih mudah.
- Nama domain aktif yang sudah Anda beli dari penyedia domain.
- Akses ke akun domain untuk membuka pengaturan DNS.
- Akses ke dashboard Blogger yang digunakan untuk mengelola blog.
Pastikan Anda dapat login ke kedua layanan tersebut sebelum memulai proses konfigurasi.
Cara Setting Domain Custom di Blogger
1. Login ke Dashboard Blogger
Buka Blogger dan login menggunakan akun Google yang digunakan untuk mengelola blog.
Setelah masuk ke dashboard, pilih blog yang ingin dihubungkan dengan domain custom.
2. Buka Menu Setelan
Pada menu sebelah kiri dashboard Blogger, pilih Setelan.
Kemudian cari bagian Publikasi dan pilih Domain kustom.
Blogger memang menggunakan domain dengan subdomain seperti www.namadomain.com atau subdomain lain, bukan domain root langsung sebagai alamat blog. :contentReference[oaicite:1]{index=1}
3. Masukkan Nama Domain
Masukkan domain yang ingin digunakan. Contohnya:
Setelah itu klik Simpan.
Jika domain belum terhubung dengan DNS yang benar, Blogger dapat menampilkan pesan kesalahan yang berisi dua data CNAME.
Jangan tutup halaman tersebut karena data CNAME tersebut diperlukan untuk konfigurasi DNS.
Cara Mengatur CNAME untuk Domain Blogger
CNAME digunakan untuk menghubungkan alamat domain atau subdomain dengan Blogger. Blogger menggunakan satu CNAME untuk alamat blog dan satu CNAME keamanan yang bersifat unik untuk blog dan akun Google Anda. :contentReference[oaicite:2]{index=2}
| Jenis | Host / Nama | Target / Tujuan |
|---|---|---|
| CNAME | www | ghs.google.com |
| CNAME Keamanan | Kode unik yang diberikan Blogger | Target unik yang diberikan Blogger |
Jangan menggunakan contoh kode keamanan milik orang lain. CNAME keamanan harus menggunakan nilai yang ditampilkan oleh Blogger untuk blog dan akun Anda sendiri. :contentReference[oaicite:3]{index=3}
Cara Menambahkan CNAME di DNS Domain
Buka panel pengelolaan domain tempat Anda membeli domain. Cari menu seperti DNS Management, DNS Zone, atau Kelola DNS.
Kemudian tambahkan CNAME pertama dengan konfigurasi berikut:
| Type | Host | Target |
|---|---|---|
| CNAME | www | ghs.google.com |
Setelah itu tambahkan CNAME kedua menggunakan kode keamanan yang ditampilkan oleh Blogger.
Cara Setting A Record Blogger
Jika Anda ingin pengunjung yang mengetik domain tanpa www tetap diarahkan ke alamat Blogger, Blogger menyediakan empat A record yang mengarah ke IP Google. :contentReference[oaicite:4]{index=4}
Tambahkan empat A record berikut dengan host atau nama @ apabila panel DNS penyedia domain Anda menggunakan simbol tersebut untuk domain root.
| Type | Host | IP Address |
|---|---|---|
| A | @ | 216.239.32.21 |
| A | @ | 216.239.34.21 |
| A | @ | 216.239.36.21 |
| A | @ | 216.239.38.21 |
Jika sudah terdapat A record lain yang mengarah ke domain root, periksa apakah record tersebut perlu dihapus agar tidak terjadi konflik. Dokumentasi resmi Blogger juga menyarankan menghapus A record lama pada domain root jika diperlukan. :contentReference[oaicite:5]{index=5}
Simpan Pengaturan DNS dan Tunggu Propagasi
Setelah semua record DNS ditambahkan, simpan perubahan pada panel domain Anda.
Perubahan DNS tidak selalu langsung aktif. Google menyebutkan bahwa perubahan pengaturan DNS dapat membutuhkan waktu untuk diterapkan, sementara halaman bantuan Blogger menyebut proses pengaturan dapat membutuhkan waktu hingga sekitar 24 jam dan pada dokumentasi CNAME dapat mencapai 48 jam dalam kondisi tertentu. :contentReference[oaicite:6]{index=6}
Kembali ke Blogger dan Simpan Domain Custom
Setelah DNS dikonfigurasi, kembali ke dashboard Blogger.
Buka kembali:
Masukkan kembali domain custom jika diperlukan, kemudian klik Simpan.
Jika konfigurasi DNS sudah terbaca dengan benar, domain custom akan berhasil terhubung dengan blog.
Aktifkan Pengalihan Domain
Blogger menyediakan opsi Alihkan domain untuk mengarahkan pengunjung dari domain tanpa subdomain, misalnya namadomain.com, menuju alamat custom domain seperti www.namadomain.com. :contentReference[oaicite:7]{index=7}
Aktifkan opsi tersebut setelah konfigurasi domain berhasil.
Aktifkan HTTPS di Blogger
Setelah custom domain berhasil terhubung, periksa bagian HTTPS pada pengaturan Blogger.
Blogger menyediakan pengaturan Ketersediaan HTTPS untuk custom domain. Setelah sertifikat tersedia, Anda juga dapat menggunakan pengalihan HTTPS agar pengunjung diarahkan ke versi aman dari website. :contentReference[oaicite:8]{index=8}
Cara Mengecek Domain Blogger Sudah Berhasil
Setelah konfigurasi selesai, lakukan beberapa pemeriksaan berikut:
- Buka alamat domain menggunakan https://.
- Coba buka alamat dengan www.
- Coba buka domain tanpa www.
- Pastikan domain mengarah ke blog yang benar.
- Pastikan halaman dapat dibuka melalui koneksi HTTPS.
- Pastikan artikel lama masih dapat diakses.
Masalah yang Sering Terjadi Saat Setting Domain Blogger
1. CNAME Tidak Terdeteksi
Periksa kembali host dan target CNAME. Pastikan CNAME keamanan menggunakan kode yang diberikan Blogger untuk blog Anda.
Jika perubahan baru saja dilakukan, tunggu hingga DNS diperbarui sebelum mencoba menyimpan kembali pengaturan domain.
2. Domain Tidak Bisa Dibuka
Periksa A record, CNAME, status domain, serta apakah ada konfigurasi DNS lain yang bertabrakan.
Jika perubahan DNS masih baru, masalah dapat terjadi karena proses propagasi belum selesai.
3. HTTPS Belum Tersedia
Pastikan konfigurasi custom domain sudah benar dan berikan waktu agar sertifikat HTTPS dapat dibuat oleh Blogger.
Jangan langsung menganggap konfigurasi gagal hanya karena HTTPS belum tersedia beberapa menit setelah domain terhubung.
Tips Setting Domain Blogger Agar Tidak Bermasalah
- Salin CNAME keamanan langsung dari Blogger.
- Jangan menggunakan CNAME keamanan milik blog lain.
- Periksa A record lama yang dapat menyebabkan konflik.
- Jangan mengubah DNS berulang kali tanpa mengetahui penyebabnya.
- Simpan konfigurasi DNS sebelum melakukan pengujian ulang.
- Berikan waktu untuk proses propagasi DNS.
- Setelah domain aktif, periksa pengaturan HTTPS Blogger.
FAQ Cara Setting Domain di Blogger
Apakah mengganti domain akan menghapus artikel di Blogger?
Tidak. Menghubungkan custom domain tidak berarti menghapus isi blog. Artikel, gambar, dan konten blog tetap berada di blog Blogger Anda.
Apakah domain harus menggunakan www?
Untuk alamat custom domain Blogger, Anda perlu menggunakan subdomain seperti www.namadomain.com atau subdomain lain. Blogger tidak menggunakan domain root langsung sebagai alamat blog. Domain tanpa www dapat diarahkan ke alamat custom domain melalui fitur pengalihan domain. :contentReference[oaicite:10]{index=10}
Berapa lama DNS domain Blogger aktif?
Waktunya dapat berbeda-beda. Dokumentasi Blogger menyebut perubahan domain dapat membutuhkan waktu hingga sekitar 24 jam, sementara dokumentasi CNAME menyebut perubahan DNS dapat membutuhkan waktu hingga 48 jam dalam kondisi tertentu. :contentReference[oaicite:11]{index=11}
Apakah Blogger membutuhkan hosting tambahan?
Blogger merupakan platform hosting blog, sehingga Anda tidak perlu membeli hosting web terpisah hanya untuk menjalankan blog Blogger. Namun, nama domain tetap perlu didaftarkan dan diperpanjang melalui penyedia domain jika domain tersebut bukan domain yang dikelola langsung melalui Blogger.
Apakah custom domain Blogger bisa menggunakan HTTPS?
Ya. Blogger menyediakan dukungan HTTPS untuk custom domain. Setelah domain berhasil dikonfigurasi dan sertifikat tersedia, pengaturan HTTPS dapat digunakan untuk mengamankan akses website. :contentReference[oaicite:12]{index=12}
Kesimpulan
Cara setting domain di Blogger pada dasarnya terdiri dari beberapa tahap utama, yaitu menambahkan domain custom di Blogger, mengambil informasi CNAME, mengatur DNS pada penyedia domain, menambahkan empat A record Google jika diperlukan, kemudian kembali ke Blogger untuk menyelesaikan konfigurasi.
Bagian yang paling penting adalah memastikan CNAME keamanan yang digunakan merupakan kode khusus yang diberikan Blogger. Selain itu, periksa A record agar tidak terjadi konflik dengan konfigurasi domain sebelumnya.
Setelah domain berhasil terhubung, aktifkan pengalihan domain dan periksa ketersediaan HTTPS. Jika perubahan belum langsung terlihat, berikan waktu untuk proses propagasi DNS.